Wednesday, 23 October 2013
Tuesday, 17 September 2013
Artikel Joel Osteen
|
SELALU MENGANDALKAN ROH KUDUS
|
Diberkatilah orang yang mengandalkan
Tuhan,yang menaruh harapannya pada Tuhan! (Yeremia 17:7)
Ayat Bacaan : Yeremia 42:1-22
Ottis Elevator, pembuat lift untuk gedung-gedung tinggi,menawarkan
jasa antisipasi untuk perawatan lift-lift yang mereka jual. Setiap mesin
dilengkapi dengan program yang mampu mendeteksi dan memberikan sinyal lewat
gelombang, jika ada gangguan, maka informasi diterima internet di kantor pusat
Ottis, segera tim perawat diterjunkan untuk melakukan perbaikan.
Hampir dipastikan bahwa masyarakat Aceh dan Nias tidak pernah
tahu tsunami akan terjadi pada 26 Desember 2005. Apa artinya, sebagai manusia
biasa, siapapun kita, kita tidak punya kemampuan untuk mendeteksi, mengantisipasi
persoalan yang akan terjadi. Namun ada hal menarik yang perlu disimak pada saat
gempa Tsunami, yakni sekawanan gajah jauh-jauh hari telah mengungsi, sehingga
tidak kena musibah. Entah apa yang menjadi kelebihan gajah, namun dapat
dipastikan bahwa gajah memiliki kemampuan mendeteksi, dan mengantisipasi
berbagai persoalan yang akan terjadi.
Alkitab menjelaskan bahwa manusia tidak pernah tahu apa yang
akan terjadi esok,sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok … (Yokobus
4:14), namun yang pasti Allah merancangkan damai sejahtera (Yeremia 29:11),
karena itu kita harus mengandalkan Roh Kudus (Roma 8:26),dan mau mendengar
suara Tuhan (Yeremia 42:6), agar kita memahami rahasia-Nya tentang kita (Daniel
2:28), yaitu kepastian bahwa hari esok penuh harapan.
Saudara … Allah selangkah di depan hidup kita,ia mampu
mendeteksi persoalan apapun yang akan terjadi dalam hidup kita,dan ia
senantiasa mengantisipasi dan memberi pertolongan sebelum persoalan
menghancurkan kehidupan kita, karena itu kita harus mengandalkan Roh Kudus”Diberkatilah
orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan (Yeremia
7:7)”. Marilah berdoa dan menyembah-Nya dan mohon tuntunan-Nya agar
Dia selalu menyertai kita.Tuhan Memberkati!
Tanpa Dia Semuanya Sia-sia
|
MULTI TALENTA
|
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.Barangsiapa
tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia,ia berbuah-buah banyak,sebab diluar Aku
kamu tidak dapat berbuat apa-apa. (Yohanes 15:5)
Ayat Bacaan : Matius 25: 14-30
Selain terkenal sebagai orator kelas
dunia,tokoh proklamasi Indonesia yang juga presiden pertama Republik
Indonesia,Ir.Soekarno adalah penulis buku yang piawai dan beliau juga mampu
menguasai beberapa bahasa asing.Seringkali beliau diasingkan dan diisolasi
namun ia tetap mengisi waktunya dengan hal-hal yang bermanfaat seperti membaca
banyak buku bermutu dan menulis buku.
Demikian juga banyak tokoh alkitab memiliki
multi talenta seperti: Rasul Paulus seorang penbuat tenda (baca: Ir.Sipil) memiliki
kemampuan menulis banyak kitab, Lukas seorang tabib (baca: dokter), Petrus
seorang nelayan dan kepala Rasul, Raja Daud seorang gembala yang menulis banyak
puisi untuk Tuhan serta Daniel yang memiliki multi disiplin Ilmu dan kemampuan
untuk menerjemahkan mimpi.Kesamaan yang pasti dari mereka semua adalah mereka
mengusahakan dan melipatgandakan apa yang Tuhan beri.
sudahkah Saudara menyadari bahwa di dalam diri
Saudara terdapat banyak talenta.Bahwa Saudara memiliki kekhususan dan mewarisi
DNA Kristus.Jangan sia-siakan waktu Saudara baik dalam pekerjaan maupun dalam
rumah untuk hal-hal yang tidak berguna,bersikaplah aktif dan mulailah dari
hal-hal yang kecil untuk mengusakan talenta yang Tuhan sudah beri yang pada
akhirnya menjadi berkat bagi banyak orang dan nama Tuhan semakin dipermuliakan. (HS)
TUHAN MENGHENDAKI KITA BUKAN SAJA UNTUK BERBUAH TETAPI UNTUK
BERBUAH BANYAK
|
Janganlah berfokus pada kelemahan
|
Apakah
Anda sedang membiarkan kelemahan dan rasa tidak aman menghalangimu menjadi yang
terbaik? Apakah Anda selalu berdalih perihal tidak dapat meraih posisi
kepemimpinan baru di tempat kerja, tidak dapat terlibat dalam program di
gereja, tidak dapat melayani komunitasmu atau tidak dapat membantu teman yang
sedang membutuhkan? Tuhan ingin memakai Anda meskipun Anda memiliki segudang
kelemahan. Janganlah berfokus pada kelemahanmu; berfokuslah pada TUHAN. Apabila
TUHAN memilih untuk memakai orang-orang yang sempurna saja, maka tidak ada
seorangpun yang memenuhi syarat.
Sebab Aku ini, TUHAN, TUHANmu, memegang tangan kananmu
dan berkata kepadamu : ’’Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.’’
(Yesaya 41:13)
|
Memperluas Visi ke depan
|
Mulailah mengharapkan
berkat dari TUHAN. Mulailah bersiap-siap untuk menerima promosi dan kemajuan
secara supranatural. Anda harus memberi ruang bagi kemajuan di dalam pikiranmu,
selanjutnya TUHAN yang akan membuat hal-hal tersebut tergenapi. Anda harus
belajar memperluas visimu, memandang masa depan dengan mata imanmu, sebab
pikiranmu yang salah akan menghambat hal-hal yang baik terjadi dalam hidupmu.
TUHAN tidak akan mencurahkan ide-ide kreatif yang segar dan berkat-berkatnya ke
dalam sikapmu yang lama.
Ia berkata kepada mereka : Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku
berkata kepadamu : Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji
sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini : Pindah dari tempat ini ke
sana, -maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
(Matius 17:20)
|
Kebahagiaan adalah keputusan yang Anda buat
|
Belajarlah hidup hari ini untuk hari ini.
Dengan mengarahkan keinginanmu, Pilihlah untuk bersukacita dan menikmati hari
ini. Hidup ini terlalu singkat untuk tidak dinikmati setiap harinya. Belajarlah
untuk menikmati segala sesuatu dalam hidupmu. Kebahagiaan adalah keputusan yang
Anda buat, bukan suasana hati yang Anda rasakan. Memang ada waktu-waktu
tertentu dalam hidup ini, kita mengalami hal-hal yang buruk atau sesuatu yang
tidak kita harapkan. Tetapi justru itulah saatnya kita harus membuat keputusan
bahwa kita akan memilih kebahagiaan daripada termakan keadaan.
Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah,
bahwa hari malang ini pun dijadikan TUHAN seperti juga hari mujur, supaya
manusia tidak dapat menentukan sesuatu mengenai masa depannya. (Pengkhotbah
7:14)
|
Menabur dengan Sukacita
|
Kita
diciptakan untuk memberi, tidak hanya untuk menyenangkan diri sendiri. Jika
Anda kehilangan kebenaran ini, Anda akan kehilangan kelimpahan dan luapan
sukacita yang telah TUHAN sediakan bagimu. Pada saat Anda keluar menjangkau
orang-orang yang membutuhkan, maka TUHAN akan memenuhi kebutuhanmu. Buanglah
pikiran yang egois dan bantulah orang-orang yang membutuhkan. Kunjungilah panti
asuhan atau rumah sakit anak-anak. Jadilah temannya dan berilah ia dorongan
semangat. Anda perlu menabur sejumlah benih agar TUHAN dapat memberimu panen
besar.Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. (Yakobus 3:18)
|
Jangan Menyerah
Updated : Kamis, 23 Mei 2013 | 10:09
|
Anda
mungkin sedang berada dalam situasi dimana Anda telah malakukan yang terbaik.
Andapun telah berdoa, percaya dan menancapkan imanmu kuat-kuat di atas
kebenaran Firman TUHAN. Namun kelihatannya tidak terjadi apa-apa. Nah, jangan
sampai Anda terpancing untuk berkata, ’’Kalau begitu apa gunanya?’’ tidak ada
perubahan. ‘’Jangan Menyerah!’’ Tetap teguh! Tetaplah berdoa; tetaplah percaya;
tetaplah berharap dalam iman.
Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan
hilang. Hai anakku, dengarkanlah, dan jadilah bijak, tujukanlah hatimu ke jalan
yang benar. (Amsal 23:18-19)
|
Fokus Pada Kebaikan Tuhan
|
Anda mungkin sedang marah kepada TUHAN
karena ia tidak menjawab doamu, atau kepada situasi tertentu dimana tidak
terjadi seperti yang Anda harapkan. Apapun alasanmu, Anda tidak akan pernah
bahagia selama Anda menyimpan kepahitan di hatimu. Anda akan terus berkubang
dalam sikap mengasihi diri sendiri, menyesali diri, menganggap hidup ini tidak
adil. Anda harus membuang sikap negatif dan kemarahanmu itu. Ganti saluran dan
mulailah berfokus pada kebaikan TUHAN.
Jawablah aku, ya TUHAN, sebab kasih setia-MU baik,
berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar! (Mazmur 69:17)
|
Kejaiban itu ada disekeliling
|
Seorang guru memberikan tugas kepada
siswa-siswanya untuk menuliskan Tujuh Keajaiban Dunia.
Tepat sebelum kelas usai siang itu. Semua siswa diminta
untuk mengumpulkan tugas mereka masing-masing.
Seorang gadis kecil yang paling pendiam di kelas itu
mengumpulkan tugasnya paling akhir dengan ragu-ragu.
Tidak ada seorangpun yang memperhatikan hal itu.... Malamnya
sang guru memeriksa tugas- siswa-siswanya itu.
Sebagian besar siswa menulis demikian :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Piramida
2. Tajmahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Efel
7. Kuil Parthenon
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama. Beberapa
perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut. Tapi guru itu
memeriksa sampai lembar yang paling akhir tapi saat memeriksa lembar yang
paling akhir itu, sang guru terdiam.....
Isinya seperti ini:
1. Bisa melihat
2. Bisa mendengar
3. Bisa menyentuh
4. Bisa disayangi
5. Bisa merasakan
6. Bisa tertawa dan ...
7. Bisamencintai
Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran
tugas siswa-siswanya. Kemudian menundukkan kepalanya berdoa....
Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam dikelasnya, yang
telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat......
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan
kejaiban !!!
Kejaiban itu ada disekeliling kita untuk kita miliki.
|
Memandang Kebaikan Tuhan
Updated : Rabu, 08 Mei 2013 | 11:57
|
Anda
harus bertanggung jawab atas semua tindakanmu. Selama Anda mencari-cari alasan
dan menyalahkan latar belakang keluarga, lingkungan,hubungan masa lalu dengan
orang lain, keadaanmu atau mengkambinghitamkan Tuhan, setan, seseorang atau
sesuatu,kita tidak akan pernah sungguh-sungguh merdeka dan sehat secara
emosional. Kita harus sadar dan memiliki pemikiran yang luas bahwa, kita dapat
mengendalikan tujuan hidup kita.
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di
negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah
hatimu! Ya,nantikanlah TUHAN! (Mazmur 27:13-14)
Artikel Youth
Jacko,
The Real Idol II
Sebetulnya, selain sosok
Michael Jackson, ada banyak sosok lain yang bisa kamu jadikan idola. Seperti
orang-orang Kristen dari Korea Utara, Arab Saudi, dan Iran—negara di mana
kekristenan tidak diperkenankan—yang tengah berjuang mempertahankan iman
Kristen mereka. Bahkan seringkali tewas terbunuh demi mempertahankan iman
mereka.
Atau, kamu bisa juga
mengidolakan para atlet Kristen seperti Ricardo Izecson dos Santos Leite a.k.a Kaka,
pesepakbola asal Brasil yang lahir dari keluarga yang mencintai Tuhan.
Sejak kecil, Kaka sangat
menggemari sepakbola. Di usia remaja, ia bahkan menjadi pemain yang cukup
terkenal di daerahnya dengan bermain sebagai pemain cadangan di klub San Paulo.
Di usia ke-18, ia mengalami cidera punggung yang serius hingga divonis oleh
dokter tak bisa lagi bermain sepakbola.
Namun, pria yang kini
bermain untuk Real Madrid itu, tak henti-hentinya berdoa memohon kesembuhan
kepada Tuhan. Dan keajaiban pun terjadi, setahun setelah kecelakaan di tahun
2001, ia sembuh total dan kembali bermain sepakbola.
Tuhan membuat permainan
Kaka menjadi begitu hebat sehingga tim nasional Brasil meminta pria kelahiran
tahun 1982 itu untuk berlaga di Piala Dunia 2002—padahal Kaka belum genap
setahun bermain di klubnya.
Awalnya, Kaka hanya
menjadi pemain cadangan. Namun, lantaran beberapa pemain bintang harus disimpan
karena cidera akibat permainan yang begitu keras. Maka, Kaka pun turun membela
timnya. Tak dinyana, di bawah pembelannya, tim Brasil meraih kemenangan. Dan,
Kaka pun tak segan-segan mengangkat seragamnya—di mana kaus dalamnya
menampilkan tulisan: I BELONG TO JESUS.
Ya, sebagai idola di
jagad sepakbola, Kaka selalu mengarahkan mata penggemarnya untuk idola yang
sebenarnya: Yesus Kristus. “Saya ingin memperlihatkan dengan hidup dan
kerja saya, apa yang telah Tuhan lakukan bagi saya, supaya orang lain dapat
melihat apa yang Tuhan bisa lakukan dalam kehidupan mereka,” jawab Kaka dalam
sebuah wawancara stasiun televisi.
Apa yang dilakukan Kaka
sejatinya sudah ditunjukkan oleh Paulus beribu-ribu tahun lampau. Ya, rasul
yang penuh kuasa ini mengatakan kepada jemaat di Korintus: “Jadilah pengikutku,
sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.”
Rasul Paulus tidak
keberatan jika karakternya, gaya hidupnya, menjadi inspirasi bagi banyak orang,
selama ia sendiri tetap mengikut Kristus sebagai the real idol.
Tak dipungkiri, selain
tersohor dengan karyanya, Michael Jackson juga dikenal sebagai selebritas yang
gemar berdema. Ia tak segan-segan memberikan sejumlah besar uang untuk sejumlah
rumah sakit, panti asuhan, dan negara-negara miskin. Beberapa lagu ciptaannya
seperti “We Are The World” dan “Heal The World”, adalah bukti keprihatinan
Michael terhadap pelbagai bencana di dunia seperti peperangan, kelaparan, dan
kemiskinan. Tapi, apakah Michael seorang pengikut Kristus? Dan, apakah dia
selalu mengarahkan ratusan juta penggemarnya untuk mengikut Kristus? I
guess you already knew the answer.
Balada
Anak Angkat
Di perayaan
ulangtahunnya yang ke-17, alih-alih merasa bahagia Yoga justru shok berat
setelah mengetahui dirinya bukan anak kandung orang tuanya, melainkan ia
diadopsi saat baru berusia dua bulan.
Meski kedua orang tua
berusaha meyakinkan Yoga bahwa cinta mereka tidak akan berubah, ia tetap sedih
lantaran merasa statusnya sebagai “anak” tak lagi sempurna. Benarkah demikian?
Guys, sejatinya Alkitab juga mencatat kisah
tokoh-tokoh yang kebetulan sama seperti Yoga, sama-sama anak angkat. Salah
satunya adalah Musa. Putra Ibrani yang terpaksa disembunyikan karena terancam
dibunuh oleh Raja Firaun. Dalam persembunyiannya, tanpa sengaja Musa ditemukan
oleh Putri Firaun yang kemudian mengangkatnya menjadi anak.
Apakah Musa bahagia
menjadi anak angkat Putri Firaun? Meski Akitab tidak mencatat apa yang
dirasakan Musa saat menjadi anak angkat, yang jelas ia diperlakukan sama dengan
putra-putri kandung Firaun lainnya; ia tinggal di istana raja, tidak perlu
melakukan kerja paksa seperti saudara-saudara sebangsanya; mendapat pendidikan
yang layak, sebagaimana laiknya orang Mesir. Dengan kata lain, hidup Musa
selama menjadi anak angkat Putri Firaun, tidak kekurangan sesuatu apa pun.
Atau, kamu mungkin
pernah mendengar nama Nichole Richie, anak dari penyanyi kondang Lionel Richie.
Kalau kamu lihat perawakan mereka, tentu kamu bingung lantaran keduanya sama
sekali tidak memiliki kemiripan fisik sebagai ayah-anak. Meski demikian, Lionel
Richie benar-benar memanjakan Nicole bagai anak kandung sendiri.
Sebetulnya, banyak juga
anak yang “dibuang” oleh orang tua kandungnya. Ya, seperti yang dilakukan oleh
Debbie Rowe—mantan istri mendiang Michael Jackson—terhadap putra dan putrinya,
Prince Michael dan Paris Katherine.
Syahdan, saat proses
perceraian tengah bergulir di pengadilan, Debbie meminta agar hak asuh anak
dilimpahkan saja ke ayahnya. Itu karena Debbie merasa bahwa ia “sekadar”
melahirkan anak-anak tersebut, tanpa dilandasi niat untuk menjadi seorang ibu. Can
you imagine that?!
Ismael, anak Abraham
dari Hagar, juga adalah kisah nyata di mana seorang anak diusir oleh ayah
kandungnya sendiri. Alkisah, Sara yang tak kunjung mendapat anak mulai
kehilangan kesabaran dan bertindak bodoh dengan meminta Abraham menghampiri
hambanya, Hagar, hingga membuahkan anak bernama Ismael. Saat Sara melahirkan
Ishak, dan keduanya—Ismael dan Ishak— semakin besar, maka Sara meminta Abraham
untuk mengusir Harga dan Ismael.
Guys, ini bukti bahwa tak selamanya anak kandung
diperlakukan dengan baik oleh orang tua, atau sebaliknya anak angkat tidak
diperlakukan dengan semestinya.
Jika kebetulan kamu
adalah anak angkat dalam keluarga, kamu harus meyakini bahwa kamu adalah
anugerah Tuhan bagi keluarga di mana kamu ditempatkan.
Dan, jangan pernah
merasa sakit hati atas keputusan orang tua kandungmu untuk meninggalkan kamu,
sengaja maupun tidak. Sebab, jika kebetulan orang tua kandungmu sudah
meninggal, maka itu adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah untuk
kehidupanmu. Tapi, jikalau karena berbagai alasan orang tuamu dengan sengaja
mengabaikanmu, ingatlah bahwa kita memiliki Bapa yang baik di surga, yang tak
akan mengabaikanmu sekalipun ayah dan ibumu meninggalkan engkau. (Mazmur 27:10)
Suku
Maya dan Kiamat 2012 III
Meski tidak mungkin bagi
kita untuk mengetahui persisnya Hari Kiamat, Alkitab telah memberikan
tanda-tanda kapan hari itu tiba: “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang
kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan
satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya
sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya
jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap
dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api,
dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala
sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus
hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada
hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena
nyalanya. (2 Petrus 3:8-12)
Yesus sendiri dengan
gamblang mengatakan bahwa permulaan hari kiamat akan ditandai dengan maraknya
penyesatan di mana banyak orang akan datang dengan nama Yesus dan berkata bahwa
merekalah mesias; ada banyak deru perang atau kabar-kabar tentang perang; aka
nada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat; orang Kristen akan diserahkan
untuk disiksa dan dibunuh, dan banyak di antara mereka akan menjadi murtad;
banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang; kedurhakaan akan
semakin bertambah sehingga kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin; dan,
Injil Kerajaan akan diberitakan ke seluruh dunia. (Baca Matius 24:1-28)
Guys, mungkin kamu
bertanya-tanya apa saja yang perlu kamu lakukan untuk menyambut datangnya Hari
Kiamat atau kedatangan Yesus? Untungnya Rasul Paulus memberi tuntunan yang
jelas dalam 2 Tesalonika 3: 1-15, yang menyiratkan tiga hal yang pantang kamu
lakukan yakni hidup seenaknya, bermalas-malasan, dan sibuk dengan hal-hal yang
tidak berguna.
Nggak bisa dipungkiri,
mungkin ada di antara kamu yang merasa cemas akan datangnya Hari Kiamat. Kalau
kamu sudah menerima dan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, apa yang
perlu kamu cemaskan? Justru, kamu harus menjalani hari-hari menjelang kiamat
dengan sukacita, karena kamu tahu Siapa yang bakal kamu temui dan Apa yang
bakal kamu dapatkan sesudah bumi ini berlalu: “Sekarang telah tersedia bagiku
mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil,
pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang
yang merindukan kedatangan-Nya.” (2 Timotius 4:8)
Sekolah
di Luar Negeri, Siapa Takut?
Guys, bagi kamu yang akan menduduki posisi
puncak Sekolah Menengah Atas (SMA), selain sibuk mempersiapkan ujian akhir,
kamu pasti juga tengah sibuk berangan-angan bakal melanjutkan ke perguruan
tinggi mana usai masa SMA berakhir.
Well, buat kamu yang mampu, tak ada salahnya kalau
kamu mempertimbangkan perguruan tinggi di luar negeri. Sebab, pendidikan adalah
salah satu bentuk investasi yang akan menunjang masa depan kamu menjadi lebih
baik, dan dengan pertolongan Tuhan pastinya. Tanpa bermaksud merendahkan kualitas
pendidikan di dalam negeri, kita semua tentu setuju bahwa pendidikan di luar
negeri sudah teruji mutunya.
So, ini beberapa alasan
mengapa kamu kudu mempertimbangkan melanjutkan kuliah di luar negeri:
mendapatkan kualitas, pengalaman, dan wawasan berskala internasional. Artinya,
jika kamu sudah menyandang gelar bachelor of art nanti,
peluang kamu untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan asing—yang notabene
memberi tantangan yang lebih memicu adrenalin dan kesejahteraan yang
memuaskan—bakal terbuka lebar.
Nah, buat kamu yang sudah kebelet ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, penting untuk mencari informasi sebanyak dan seakurat mungkin mengenai sekolah-sekolah yang bakal kamu masuki. Kalau memungkinkan, cari informasi dari keluarga, teman atau kerabat, yang pernah belajar di luar negeri. Jangan lupa sering-sering berselancar di dunia maya, dan bergabunglah dengan milis atau forum yang membahas apa dan bagaimana tetek-bengek belajar di luar negeri. Sebab, terkadang informasi yang kamu dapatkan dari milis atau forum jauh lebih riil ketimbang yang kamu dapatkan dari humas atau marketing sekolah yang akan kamu tuju.
Nah, buat kamu yang sudah kebelet ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, penting untuk mencari informasi sebanyak dan seakurat mungkin mengenai sekolah-sekolah yang bakal kamu masuki. Kalau memungkinkan, cari informasi dari keluarga, teman atau kerabat, yang pernah belajar di luar negeri. Jangan lupa sering-sering berselancar di dunia maya, dan bergabunglah dengan milis atau forum yang membahas apa dan bagaimana tetek-bengek belajar di luar negeri. Sebab, terkadang informasi yang kamu dapatkan dari milis atau forum jauh lebih riil ketimbang yang kamu dapatkan dari humas atau marketing sekolah yang akan kamu tuju.
Usai mendapatkan
informasi yang tepat, tentu kamu akan lebih leluasa memilih sekolah yang sesuai
dengan kemampuan finansial ortu dan kemampuan akademis kamu sendiri, bukan?
Kemudian, persiapkan dan
hitunglah jumlah dana yang akan kamu habiskan selama bersekolah nanti. Anggaran
yang harus dipersiapkan selain untuk biaya kuliah, juga termasuk biaya tempat
tinggal, dan kebutuhan sehari-hari. Ingat, jangan sampai perhitungan kamu
meleset ya. Karena, kalau sampai meleset, bisa jadi kuliah kamu akan berhenti
di tengah jalan. Jangan lupa untuk mencari peluang beasiswa agar tidak terlalu
memberatkan beban orang tua. Oh ya, tak ada salahnya bukan dari sekarang kamu
menabung supaya dapat dipergunakan untuk kuliah nanti!
Ketiga, persiapkan
mental dan kemampuan berbahasa agar kamu dapat beradaptasi di lingkungan budaya
dan bahasaa yang tentu benar-benar berbeda. Jangan sampai baru sebentar di
negeri orang kamu sudah merengek-rengek minta pulang karena terserang home
sick, repot bukan?
About
Boy’s Dream
Boys, tahukah kamu perubahan fisik apa saja yang
terjadi pada saat kamu memasuki usia remaja? Well, pertama bahu dan
dada kamu akan bertambah lebar, kemudian tubuh akan menjadi lebih berotot.
Suaramu akan bertambah dalam, dan tumbuh rambut di ketiak, di sekitar alat
kelamin, lengan, tungkai, wajah, dada, dan punggung.
Namun, selain ciri-ciri
fisik yang tadi disebutkan, kamu juga akan mengalami “mimpi basah” yakni
pengeluaran air mani saat kamu mengalami ereksi—alat kelamin menjadi tegang dan
keras—ketika sedang tidur dan mengalami mimpi “indah”. Tapi bisa juga terjadi
di saat kamu sama sekali tidak sedang bermimpi mengenai apapun.
Mimpi basah terjadi saat
tubuhmu mulai memproduksi sperma. Lantaran sperma yang dapat disimpan dalam
tubuh jumlahnya terbatas, maka terjadilah mimpi basah yang merupakan salah satu
cara tubuh mengeluarkan sperma.
Banyaknya cairan air
mani hanya kira-kira 5 ml atau satu sendok teh. Karena itu mimpi basah tidak
sama dengan mengompol—sehingga kamu dapat membersihkannya sendiri dengan
menggunakan tisu, tisu basah, atau mencuci celana dalam atau baju tidurmu.
Ingat, mimpi basah lazim
dialami oleh semua cowok seusiamu, sehingga kamu tidak perlu merasa malu jika
itu terjadi pada diri, okay?
Sperma mulai diproduksi
di buah pelir (testikel) kira-kira setahun setelah penis dan testikel mulai
berkembang. Di dalam air mani seorang pria dewasa, terkandung antara 200 sampai
500 juta sperma yang bentuknya seperti cerobong atau berudu dengan panjang
kira-kira 0,05 mm, dan memiliki kepala berbentuk oval. Kepala ini berguna untuk
menembus telur (ovum) dalam tubuh wanita pada saat pembuhan, dan perpaduan
keduanya akan memproduksi embrio yang kemudian berkembang menjadi janin.
Lelaki remaja umumnya
mengalami ejakulasi pertama pada usia antara 12 hingga 14 tahun—meski bisa saja
terjadi lebih cepat atau bahkan lebih lambat.
Frekuensi “mimpi basah”
tidak sama pada setiap cowok; “mimpi basah” bisa terjadi dua kali dalam
seminggu, namun bisa juga terjadi beberapa kali.
Sperma memiliki bau
tertentu yang tidak terlalu tajam, sehingga nyaris tidak tercium sesudah “mimpi
basah” terjadi.
Boys, mungkin kamu penasaran apakah cewek juga
mengalami mimpi basah atau tidak?Well, tidak seperti kita, cewek tidak
mendapat “mimpi basah” dengan cara yang sama, karena mereka tidak menghasilkan
sperma. Tapi, mereka mengalami apa yang dinamakan menstruasi yakni keluarnya
jaringan atau sel-sel yang berasal dari penebalan dinding rahim, dinding, dan
mukus—akibat sel telur yang tak kunjung dibuahi dan kemudian menjadi masak lalu
luruh dengan sendirinya.
Dampingi
Sohib Hadapi Musibah
Siapa pun pasti tidak
ingin mengalami musibah, entah itu kecelakaan, kematian orang terdekat,
kehilangan benda berharga, apa pun juga yang berkaitan dengan penderitaan batin
dan fisik. Tapi, musibah atau penderitaan adalah sesuatu yang pasti bakal
dialami oleh semua makhluk hidup di dunia ini, sebagai konsekuensi logis dari
keadaan dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa.
Kebanyakan, jika kita
sedang mengalami penderitaan, tentu mengharapkan dukungan dari keluarga dan
teman terdekat. Sebagai makhluk sosial, salah satu sifat alamiah kita adalah
berhubungan dengan orang lain, termasuk saat menghadapi musibah. Jika tidak,
maka kita bisa semakin tenggelam di dalam perasaan sedih berkepanjangan, dan
bukan tak mungkin mengalami depresi.
Bagaimana jika
seandainya sohib kita sendiri yang tertimpa musibah? Jika ini terjadi pada
kita, penting untuk melihat musibah itu dari kaca mata sohib, untuk memberi
pendampingan yang tepat. Seseorang yang kehilangan rumahnya karena bencana alam
misalnya, tentu kadar kesedihannya akan berbeda dari mereka yang kehilangan
orang tua karena kematian. Atau, seseorang yang mengalami cacat permanen karena
kecelakaan, tentu jauh lebih merasa menderita dibanding mereka yang mengalami
sakit sehingga terpaksa berbaring di rumah sakit.
Seseorang yang sedang
mengalami musibah, biasanya ada pada periode di mana ia akan berpikir negatif
tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tapi juga lingkungannya bahkan
kepada Tuhan. Dan pikiran yang negatif ini, tanpa ia sadari, akan ia tularkan
kepada siapa saja yang bersedia untuk mendengar keluh kesahnya. Kalau kebetulan
sohib kamu mengalami fase ini, penting untuk menjaga pikiranmu tetap positif.
Bisa jadi, alih-alih menyemangati dia, kamu malahan terkena depresi karena
terlalu banyak menerima informasi yang negatif.
Perlu untuk meyakinkan
sohib, bahwa mengalami musibah itu bukan akhir dari segalanya, juga bukan
semata-mata karena hukuman Tuhan atau karena kesalahan berat yang ia lakukan.
Ini untuk mengurangi unsur negatif dalam benak sohib. Sikap yang terbaik pada
saat mengalami musibah adalah menginstropeksi diri, dan menerima musibah itu
dengan iman, yakni sesuatu yang Tuhan berikan untuk kebaikan. Lagi pula,
penderitaan akan selalu menjadi bagian dalam kehidupan, selama orang yang
bersangkutan itu masih bernapas.
Iman Kristen, memandang
penderitaan dalam arti yang positif, yakni sebagai sesuatu yang berada di bawah
kendali Tuhan. Tekankan pada sohib, bahwa penderitaan berati saat untuk menguji
kemurnian iman, membina watak, dan kesempatan untuk mendatangkan sukacita Tuhan
yang melampaui akal.
Selain itu, ungkapan ”action
speaks louder then words (perbuatan berbicara lebih keras dibanding
perkataan)” juga perlu diterapkan pada saat mendampingi sohib menghadapi
musibah. Ya! Sediakan waktu tidak hanya untuk berbicara kepada dia, tetapi juga
untuk mendengarkan kesedihannya, kekecewaannya, dan kegalauan hatinya. Sediakan
waktu untuk berdoa bagi dia, untuk memenuhi kebutuhannya. Dan, ”Bersukacitalah
dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!”
(Roma 12:15).
Artikel Kekristenan
ARTIKEL
Apa
Itu Ajaran Bidat
Bidat, menurut J.
Verkuyl dalam buku Gereja dan Bidat, berasal dari bahasa Arab yang berarti
“suatu ajaran atau aliran yang menyimpang dari ajaran resmi”. Ini setali tiga
uang dengan pengertian yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI): bidat adalah ajaran yang menyalahi ajaran yang benar.
Sedangkan menurut DR.H
Berkhof dan DR IH Enklaar, ditinjau dari sudut historis bidat adalah persektuan
Kristen—berskala kecil—yang dengan sengaja memisahkan diri dari gereja besar
dan ajarannya; menekankan iman Kristen secara berat sebelah sehingga menyimpang
dari kebenaran Injil.
Dan, Ensiklopedi Gereja
memaparkan pengertian bidat sebagai pandangan yang salah tentang apa yang wajib
diimani. Dengan demikian, bidat adalah sekte, kelompok, atau gerakan dengan ajaran
yang menyimpang dari ajaran utama—khususnya mengenai Allah, Kristus, Roh Kudus,
dan keselamatan—sebagaimana yang dijarkan Alkitab.
Teologiawan Mangapul
Sagala memaparkan ciri-ciri bidat Kristen yakni memiliki Injil atau ‘kabar
baik’ yang berbeda. Kemudian, memiliki Injil plus, artinya memiliki Kitab Suci
yang sama tetapi ditambah dengan kitab lain yang menurut penganutnya
otoritasnya sama dengan Alkitab—misal Kitab Mormon.
Kemudian, ada juga bidat
yang meski berpatokan pada Alkitab, tetapi dengan sengaja mengabaikan beberapa
kebenaran yang mereka anggap tidak sesuai dengan ajaran mereka.
Penganut bidat juga
dikenal ‘gemar’ menciptakan aturan-aturan yang ‘disamakan’ dengan Injil.
Misal, ada ajaran bidat yang melarang pengikutnya mengenakan perhiasan dan
kerudung. Ada bidat yang memberi pangkat-pangkat kepada anggotanya—meski aturan
itu tidak disebutkan dalam Alkitab.
Ajaran bidat juga
menekankan kepada ibadah yang bersifat supranatural—tidak menyeimbangkan hati,
pikiran, dan akal budi—dan membesarkan diri sendiri, sehingga tidak lagi
berpusat pada Tuhan melainkan pada pengkultusan individu.
Beberapa ajaran bidat
yang menyimpang dari kebenaran Kristen yakni Saksi Yehovah, Gereja Yesus
Kristus dari Orang Suci Zaman Akhir atau aliran Mormon, Christian Science,
Children of God, dan lain-lain.
Sikap
Orang Percaya Yang Tahu Yesus Akan Datang
Saat ini kita sedang
hidup pada bagian terakhir dari akhir jaman. Alkitab berkata, sebelum
kedatangan Yesus yang kedua kali, ajab datang masa yang sukar; dan masa yang
sukar dijelaskan oleh Alkitab di sini bukan sekadar akan terjadi banyak
kelaparan, bencana alam, dan peperangan, tetapi juga ditandai dengan:
Manusia akan mencintai
dirinya sendiri
Manusia tidak tahu berterima kasih
Manusia tidak peduli kepada agama, dan
Manusia akan menjadi hamba uang (2 Timotius 3: 1-4)
Manusia tidak tahu berterima kasih
Manusia tidak peduli kepada agama, dan
Manusia akan menjadi hamba uang (2 Timotius 3: 1-4)
Semua itu sudah sangat
dekat dan terjadi di tengah-tengah lingkungan kita. Tinggal sekarang, bagaimana
sikap kita sebagai orang percaya jika tahu bahwa Yesus akan datang. Selama kita
masih ada di bumi, kita harus berbuat sesuatu karena Tuhan tidak mencari
orang-orang yang menganggur tetapi mereka yang berani berbuat lebih banyak
untuk Tuhan di akhir jaman ini,
Bagi orang dunia,
semakin sibuk berarti semakin mendapatkan “berkat” namun hidup terpisah dari
Tuhan; tetapi sebaliknya bagi orang percaya: semakin sibuk semakin diberkati
dan dipercayakan hal-hal yang besar, dan semakin dekat dengan Tuhan karena di
luar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa.
Melalui ayat bacaan
Yohanes 15: 1-10, ada tiga berkat besar jika kita melekat pada Kristus:
1. Kita akan memiliki
hidup yang dewasa
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)
“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yohanes 15:5)
Apa artinya berbuah?
Sebuah pohon bisa berbuah jika sudah mencapai tingkat kedewasaan tertentu,
sehingga pohon itu dapat dinikmati oleh orang lain. Namun, seringkali kita
tidak mau menjadi dewasa yakni mudah sedih, menangis, putus asa, lemah, dan
selalu meminta perhatian.
Kita harus menjadi
dewasa dan kedewasaan itu berarti belajar untuk melihat kemuliaan Allah di
balik segala sesuatu yang terjadi di dalam hidup kita; selalu tegar berdiri,
tidak takut, tetapi percaya bahwa pembelaan Allah selalu datang tepat pada
waktunya.
Ada dua jenis panggilan
utama bagi orang percaya:
- Panggilan untuk menjadi bayi rohani yakni memulai hidup kekristenan, karena Allah mau melakukan segala sesuatunya untuk kita. (Matius 11:28)
- Panggilan untuk dewasa rohani yakni untuk pergi memberitakan Injil; berbuat sesuatu bagi Tuhan sehingga lewat hidup kita banyak orang diberkati. (Matius 28:16-20)
- Panggilan untuk menjadi bayi rohani yakni memulai hidup kekristenan, karena Allah mau melakukan segala sesuatunya untuk kita. (Matius 11:28)
- Panggilan untuk dewasa rohani yakni untuk pergi memberitakan Injil; berbuat sesuatu bagi Tuhan sehingga lewat hidup kita banyak orang diberkati. (Matius 28:16-20)
2. Kita akan memiliki
hidup yang intim dengan Allah
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:5)
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.” (Yohanes 15:5)
“Aku tidak menyebut kamu
lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku
menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala
sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” (Yohanes 15:7)
Allah akan berbicara
dengan kita yakni mengenai langkah apa yang harus kita buat, apa yang akan
terjadi di dalam hidup kita, dan bagaimana Dia akan memimpin kita lewat Roh-Nya.
Kekristenan kita akan menghdapi tantangan dan api penyucian, tetapi kita tidak
akan takut karena bagi orang percaya tidak ada yang terjadi secara kebetulan.
Itu sebabnya orang yang
dekat dengan Tuhan tidak akan takut, bimbang, dan kuatir menghadapi apapaun
karena dia tahu Allah menyertainya.
3. Kita akan memiliki
kepastian bahwa hari esok kita menyenangkan“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah
mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti
perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah
Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.” (Yohanes 15:9-10)
Ada banyak orang yang
tidak yakin dengan hari esoknya sehingga mereka terus hidup dalam kebimbangan
dan kekuatiran. Tetapi bagi orang percaya, sekalipun hari ini ada di dalam
masalah dan pergumulan yang berat, kita tetap percaya bahwa di balik semuanya
itu Allah sedang merancangkan hari esok yang penuh harapan.
Bagi orang percaya hari
esoknya ada karena janji-janji Allah; karena jika kita gantungkan hari esok
kita kepada uang, karir, atau kepada janji-janji manusia maka kita akan kecewa.
Orang yang melekat
dengan Yesus tidak akan mudah menyerah dan putus asa menghadapi kondisi apa pun
yang sedang terjadi; tetapi justru akan semakin intim dengan Allah sehingga
akan melihat hari esok semakin menyenangkan; karena kita tahun dan kita percaya
bahwa Allah berkuasa melaksanakan janji-janjiNya. Amin.
Memiliki
Iman Seperti Habakuk
Kitab Habakuk dimulai
dengan pergumulannya melihat kehidupan bangsanya yang sangat jahat di masa itu,
dan diakhiri dengan rasa kecewa yang teramat dalam kepada Tuhan. Namun, di
pasal kedua, Habakuk bangkit dan menyatakan kebenaran, bahwa orang benar akan
hidup karena percaya.
Habakuk, meski nabi,
tetap manusia biasa yang seringkali keheranan saat menjumpai pelbagai masalah
yang ada di sekitarnya. Dan, seperti manusia lainnya, ia pun bertanya,
“Mengapa?”, “Berapa lama lagi?” dan lain-lain. Ini adalah problema dasar dari
permalahan manusia, yakni mempertanyakan kehendak dan kedaulatan Allah dalam
perlbagai masalah hidup manusia.
Memang, situasi yang
dialami Habakuk saat itu demikian menyesakkan. Sebagian besar orang Israel
menjalani hidup sebagai orang fasik. Dan sisanya, orang benar,
dikelilingi, dimanipulasi, dan dikuasai oleh orang Israel yang jahat. Belum
lagi penjajahan orang Kasdim, yang merupakan bangsa penyembah berhala.
Yang menjadi pemicu dari
keluh kesah Nabi Habakuk bukanlah kelakuan orang Kasdim, melainkan kebejatan
yang dilakukan bangsa Israel, yang mengaku menyembah Tuhan tapi dalam
praktiknya hidup bagai orang fasik. Begitu jahatnya kehdiupan orang Israel di
masa itu, hingga mengakibatkan penderitaan yang berat di kalangan bangsa
Israel. Alih-alih terus-menerus dirudung kesal, Habakuk memilih untuk mencari
Tuhan, dan ia pun menemukan secercah sinar pengharapan di masa-masa gelap dalam
kehidupan bangsanya itu.
“Sekalipun pohon ara
tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan,
sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba
terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan
bersorak-sorai di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan
aku.” Ayat yang terdapat dalam Habakuk 3:17-18 ini adalah hasil dari perjalanan
iman Habakuk, hasil dari keputusannya untuk tetap mempercayai Tuhan di masa
yang sulit itu.
Di mata Habakuk, meski
penderitaan tak kunjung mereda, sejarah telah membuktikan pembelaan Tuhan
terhadap umatNya. Dan, Tuhan yang sama telah berjanji untuk mengegakkan
keadilan. Sebab itu, masa suram yang sedang dihadapi Habakuk, tidak membuat
imannya surut. Malahan, sukacita dan damai sejahtera karena mempercayai janji
Allah yang tidak pernah berdusta, memberikan kekuatan untuk bertahan bahkan
menyelesaikan perjalanan iman yang sulit bagai mendaki gunung
terjal.
Dengan mata iman,
Habakuk melihat melampaui realitas kesulitan hidup yang dialami bangsa Israel.
Dengan memandang Tuhan, Habakuk berserah dan memiliki kualitas hidup rohani
yang diperbaharui. Dan dengan kaki iman, Habakuk berani dan memiliki kekuatan
untuk melangkah di dalam kehidupan yang penuh dengan kesulitan. Sudahkah Anda
memiliki iman seperti Habakuk?
Pakistan
Canangkan Jumat Agung Sebagai Hari Libur Nasional
Mulai tahun 2010,
pemerintah Pakistan akan mencanangkan hari Jumat Agung sebagai hari libur
nasional bagi umat Kristen di negeri itu.
Ya, para pemuka rohani
Kristen di Pakistan, dipastikan akan menerima jaminan dari pemerintah setempat
untuk merayakan Paskah dengan damai—termasuk ‘pengaruh’ dari militan Taliban.
Tahun ini, perayaan
Paskah di Pakistan berlangsung dengan semarak. Ini karena, menurut Arthur
Charles dari gereja Katolik St. Patrick, umat Kristen di Pakistan menghayati
pentingnya makna Paskah—kematian dan kebangkitan Kristus—bagi mereka. “Beberapa
orang mungkin tidak menghadiri ibadah gereja dengan rutin, tetapi mereka pasti
datang ke gereja untuk merayakan hari yang istimewa seperti Paskah. Bagi
mereka, perayaan ini mengingatkan mereka untuk datang kepada Tuhan,” terang
Charles.
“Bagi umat Kristen di
Pakistan, kebangkitan Yesus dan janji kedatanganNya yang kedua kali untuk
mengalahkan maut, memiliki arti yang penuh kuasa. Oleh karena itu kami mengajarkan
mereka untuk menjadi ciptaan baru, menghayati dan membawa kuasa kebangkitan
Yesus di hati dan pikiran mereka. Sehingga mereka dapat menjadi saksi Yesus di
tengah-tengah masyarakat Pakistan.
Perayaan Paskah di St.
Patrick juga dimeriahkan dengan pertunjukkan musikal bertajuk Shaam-e-Calvary
atau ‘malam di Gunung Kalvari’, oleh anak-anak muda di Lahore. Pertunjukkan ini
bercerita mengenai penderitaan, kematian, dan kebangkitan Kristus.
Menurut Andrew Nisari,
vikaris dari Archdiocese of Lahore, anak-anak muda Lahore lainnya juga sibuk
membersihkan gedung gereja, memastikan keamanan ibadah, dan menolong jemaat.
Sementara Iftikhar Moon,
dari gereja di wilayah Warispura, merayakan paskah bersama para narapidana di
Kota Faisalabad. Sebelumnya, Moon rutin menggelar ibadah minggu di penjara
tersebut, termasuk memberikan layanan konseling dan memotivasi para narapidana
untuk tidak mengulangi kesalahan mereka.
Blogger
Kristen Mesir Ditahan Tanpa Proses Peradilan
Seorang blogger asal
Mesir yang juga pemeluk Kristen Koptis, memasuki tahun kedua hidup di dalam
penjara—tanpa tuduhan apa pun. Selama berada di bui, Hani Nazzer, 28 tahun,
mengaku dipaksa memeluk agama Islam agar dapat keluar dari penjara.
Tahun lalu, tepatnya
pada 3 Oktober, Nazeer yang berprofesi sebagai karyawan di sebuah sekolah dan
pemilik blog Karz El Hob atau Cinta Buah Cherry, ditangkap oleh pemerintah
Mesir dan dijebloskan ke Penjara Burj Al-Arab. Meski pihak keamanan tidak
pernah mendakwa Hani dengan tuduhan kriminal, ia ditahan selama lebih dari satu
tahun.
“Nazeer telah ditahan
dengan sewenang-wenang, dan kini dipaksa untuk meninggalkan kepercayaannya,”
jelas Gamel Eid, direktur eksekutir Arabic Network for Human Rights Information
(ANHRI).
“Polisi mengatakan
kepada para tahanan bahwa jika Hani bersedia memeluk agama Islam maka ia akan
dibebaskan dari penjara; para tahanan inilah yang terus-menerus memaksa
Nazeer,” imbuh Eid sebagaimana diberitakan Christian Post.
Selain itu, Nazeer juga
kerap mendapat ancaman dari tahanan lainnya lantaran ia tetap berpegang pada
imannya.
Sehari sebelum
penangkapan Nazeer, sekelompok pemuda muslim setempat melihat blog miliknya
kemudian meng-klik tautan ke sebuah novel online bertajuk “Azazil’s Goat in
Mecca”(Kambing Azazil di Mekah)—ditulis untuk menanggapi buku berjudul “Azazil”
milik Yusuf Zidane, yang berisi kritikan terhadap kekristenan.
Di Mesir, penghinaan
terhadap agama merupakan pelanggaran pidana; namun ini hanya berlaku jika agama
yang dihina adalah Islam.
Menurut Eid, pemicu yang
sebenarnya adalah kekecewaan otoritas Islam setempat terhadap kritikan Nazeer
terhadap upaya islamisasi di Tanah Mesir, dan politisasi di gereja koptis.
“Pertemuan para penggiat
politik di gereja koptis tidaklah tepat karena gereja dimaksudkan sebagai rumah
ibadah, bukan aktivitas politis,” tulis Nazeer dalam laman blognya.
“Nazeer berada di posisi
yang sangat sulit; bukan saja karena ia ditentang oleh kaum muslim tapi juga
petinggi gereja yang menjadi sasaran kritikan Nazeer,” papar Eid, prihatin.
Sepupu Nazeer, Kalldas
Fakhry Girgis, 15 tahun, yang baru bertemu Nazeer 15 hari lalu, berkata bahwa
meski Nazeer berada dalam kurungan, kondisi mentalnya cukup baik.
“Ia tetap teguh memegang
iman dan keyakinannya,” aku Kalldas.
Para
Martir Dari Negeri Tirai Bambu
Negeri China selalu
menyimpan kisah pilu, khususnya bagi anak Tuhan yang berdomisili di negeri
tirai bambu itu. Penangkapan, pemenjaraan, penganiayaan hingga sampai meregang
nyawa, bukan sesuatu yang baru di negeri China. Ini yang mendasari menjamurnya
gereja-gereja “bawah tanah” di negeri China, bak cendawan di musim hujan.
Tak hanya kebebasan
beribadah yang langka di negeri China, Alkitab juga jarang ditemukan di negeri
panda. Akibatnya, lembar demi lembar halaman Alkita dirobek, dan dibagikan
kepada tiap orang Kristen. Lembar itu kemudian dihapalkan, dan esok minggu
dibagikan kepada saudara seiman lainnya.
Ngen Do Man, pendeta
setempat, adalah martir China yang tewas pada tahun 1991. Satu hari di bulan
Januari, ia sedang menuju pertemuan dengan orang-orang Kristen lainnya di
sebuah ibadah rumah yang tersembunyi di balik bukit. Ini bukan perjalanan
pertama bagi pendeta yang juga sekaligus berprofesi sebagai penginjil itu.
Selama tiga tahun
melayani Tuhan, Ngen Do Man sudah memenangkan lebih dari 200 jiwa di negeri
China. Walhasil, ia diberi catatan hitam oleh otoritas negeri China, dan
beberapa kali dijadikan target operasi bak penjahat kelas kakap. Selama tiga
tahun itu pula, Ngen Do man berhasil melarikan diri. Tapi hari itu, kisahnya
tak lagi sama.
Di tengah perjalanan,
belasan orang berwajah sangar dengan senjata tajam menghadang Ngen Do Man.
Tanpa gentar sedikit pun, Ngen Do Man memanjatkan doa, “Tuhan, terima kasih aku
boleh mendapatkan kehormatan demi memperjuangkan namaMu. Ampunilah mereka.
Jangan tanggungkan dosa ini kepada mereka,” siang itu untuk terakhir kalinya,
Ngen Do Man melayani Tuhan di dunia. Usai berdoa, ia pun diserbu dan disiksa,
dengan 13 tusukan yang menewaskan nyawanya seketika.
Tiga tahun kemudian, sebuah
rumah di Taoyuan, Saanxi, yang difungsikan sebagai tempat ibadah, diserang. Dua
orang perempuan muda Kristen tak berhasil melarikan diri. Salah seorang dari
mereka bernama Lai Manping, yang baru berusia 20 tahun. Mereka dipukul dengan
kejam, ditaruh di atas kompor, dan batu gerinda seberat 59 kg diletakkan di
atas punggung mereka. Kemudian mereka dipukuli dengan tongkat, pakaian mereka
dilepas, dan (maaf) pantat mereka dilecut dengan cambuk yang ujungnya berkait.
Maka, segumpal daging terlepas, darah segar pun mengucur deras.
Manping akhirnya tewas
mengenaskan. Usai penyiksaan, seorang Kristen yang lain mengambil mayat Manping
dan segera menguburkannya tanpa ada upacara apa pun.
Kisah pilu dari negeri
tirai bambu terus berlanjut, kali ini terjadi di tahun 1996. Gereja rumah di
desa Xiangshan, Guandong, diserbu untuk keempat kalinya. Syahdan, seorang
pemuda berusia 17 tahun, Jiang Guoxion, tertangkap dan dibawa ke penjara. Jiang
adalah anak pemimpin gereja, Yang Qun.
Di sana, Jiang
diperlakukan dengan brutal. Ia dipukuli dengan kejam di hampir semua bagian
tubuhnya. Tak cukup sampai di situ, otoritas juga menyiksanya dengan sebuah
alat penjepit jempol. Sementara Jiang menghuni rumah prodeo, Yang Quan sang
ayah, terus mewartakan injil dan tetap membuka rumahnya sebagai tempat
peribadatan orang Kristen di sana.
Subscribe to:
Posts (Atom)

